Notification

×

Iklan

Iklan

Semarak Peringatan 79 Tahun Brandan Bumi Hangus, Mahasiswa KKN UINSU 2026 Kelurahan Pelawi Utara Saksikan Drama Perjuangan di Pangkalan Brandan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:33 WIB Last Updated 2026-09-23T15:51:42Z


RuangSikap – Pangkalan Brandan – Suasana meriah dan penuh semangat perjuangan terasa di Lapangan Petrolia Pertamina, Pangkalan Brandan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, pada 13 Agustus 2026. Peringatan ke-79 Brandan Bumi Hangus tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenang kembali sejarah perjuangan masyarakat Pangkalan Brandan dalam mempertahankan kemerdekaan.


Peringatan tahun ini mengusung tema “Dari Berandan Untuk Negeri, Menjaga Kedaulatan, Membangun Peradaban.” Rangkaian kegiatan melibatkan pelajar, masyarakat, serta berbagai unsur lainnya. Acara puncak dilaksanakan di Lapangan Petrolia Pertamina dan dihadiri masyarakat dalam jumlah besar.

Salah satu rangkaian yang menarik perhatian adalah pertunjukan drama perjuangan yang dibawakan para siswa. Dalam drama tersebut, para siswa memainkan berbagai karakter untuk menggambarkan suasana perjuangan, termasuk memerankan tokoh tentara dalam adegan peperangan.

Pertunjukan semakin hidup dengan penggunaan berbagai properti, termasuk darah palsu sebagai bagian dari adegan drama. Meski merupakan sebuah pertunjukan, adegan yang ditampilkan menggambarkan suasana perjuangan sehingga penonton dapat mengikuti alur cerita yang diperankan para siswa.

Selain drama, pertunjukan tari juga turut memeriahkan kegiatan. Penampilan para siswa dan peserta lainnya mendapat perhatian dari masyarakat yang hadir. Berbagai pertunjukan tersebut membuat peringatan berlangsung tidak hanya dalam suasana khidmat, tetapi juga menarik dan menghibur.

KKN UINSU Hadir Bersama Pondok Pesantren Darul Ilmi



Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UINSU 2026 turut hadir bersama Pondok Pesantren Darul Ilmi, tempat mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan pendampingan pembelajaran.

Bagi mahasiswa KKN, kehadiran dalam peringatan Brandan Bumi Hangus menjadi pengalaman tersendiri. Mereka tidak hanya menyaksikan kegiatan masyarakat, tetapi juga melihat bagaimana sejarah perjuangan daerah diperkenalkan kepada generasi muda melalui drama, seni, dan keterlibatan langsung para pelajar.

Suasana kegiatan terlihat ramai dan meriah. Masyarakat memenuhi area kegiatan untuk menyaksikan berbagai rangkaian acara. Sejumlah masyarakat yang hadir bahkan menyampaikan kesan bahwa peringatan Brandan Bumi Hangus pada 13 Agustus terasa lebih ramai dibandingkan perayaan 17 Agustus. Pandangan tersebut merupakan kesan masyarakat yang ikut menyaksikan langsung kemeriahan kegiatan.

Mengenang Peristiwa Brandan Bumi Hangus



Brandan Bumi Hangus merujuk pada peristiwa yang terjadi pada 13 Agustus 1947, ketika para pejuang dan masyarakat membumihanguskan instalasi minyak di Pangkalan Brandan sebagai bagian dari upaya mempertahankan wilayah dan mencegah sumber daya strategis dikuasai Belanda. Peristiwa tersebut kemudian dikenal sebagai Brandan Bumi Hangus atau Pangkalan Brandan Lautan Api.

Setelah 79 tahun berlalu, peristiwa tersebut tetap menjadi bagian dari ingatan sejarah masyarakat Pangkalan Brandan. Pada 2026, peringatan kembali dikemas melalui berbagai kegiatan, seperti pawai, tapak tilas, pameran, perlombaan, serta acara puncak di Lapangan Petrolia.

Bagi mahasiswa KKN UINSU, mengikuti kegiatan tersebut memberikan pengalaman bahwa sejarah tidak hanya dapat dipelajari melalui buku atau ruang kelas. Melalui pertunjukan drama, tari, dan keterlibatan masyarakat, kisah perjuangan masa lalu dapat kembali diperkenalkan kepada generasi muda dengan cara yang lebih dekat dan menarik.

Peringatan Brandan Bumi Hangus ke-79 bukan sekadar menjadi kegiatan untuk mengenang sebuah peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk menjaga ingatan tentang perjuangan yang pernah terjadi di Pangkalan Brandan.(N)




(Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update