![]() |
RuangSikap – Medan – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Medan, Jalan Raden Saleh, Kamis (18/6/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah mulai dari kondisi ekonomi nasional, kebijakan BBM, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan akses pendidikan.
Massa yang sebelumnya berkumpul di Lapangan Merdeka Medan bergerak menuju Kantor DPRD Kota Medan dengan membawa spanduk, poster, dan berbagai atribut organisasi. Setibanya di lokasi, massa menyuarakan kekecewaan terhadap anggota legislatif yang dinilai tidak mendengarkan aspirasi masyarakat.
Selain itu, para kader HMI juga menyoroti kondisi ekonomi yang disebut semakin memberatkan masyarakat. Mereka menilai daya beli masyarakat terus menurun di tengah berbagai persoalan ekonomi yang masih dihadapi rakyat.
Sambil berorasi menyampaikan aspirasi dari atas mobil komando, massa meminta agar Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen segera menjumpai aksi massa. teriakan orasi bergantian dari atas mobil komando terdengar.
“Kami meminta Ketua DPRD kota Medan Menemui Kami secara langsung bukan perwakilan” teriak orator
Pihak DPRD Kota Medan sempat menemui massa aksi melalui Wakil Ketua DPRD Kota Medan H.Rajudin Sagala,S.Pd.I, namun mahasiswa menolak.
Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Rajudin Sagala sempat menyampaikan kepada aksi massa, “Ketua DPRD Kota Medan sedang tidak berada di tempat, Jadi saya yang mewakilkan,” ucapnya
Namun massa tidak menerima hingga Wakil ketua dari Fraksi PKS tersebut meninggalkan pengunjuk rasa.
Orasi terus dilakukan di tengah kepulan asap hitam sisa bakaran ban. Dengan teriakan “Anggota Dewan itu pembantu rakyat jadi harus bantu tuannya” teriak salah satu koordinator aksi.
Situasi aksi sempat memanas ketika massa kembali mendesak agar pimpinan DPRD Kota Medan hadir secara langsung untuk menerima aspirasi yang mereka sampaikan. Karena belum mendapat respons sesuai harapan, sejumlah peserta aksi terlihat menggoyang pagar kantor DPRD sebagai bentuk protes.
"Kami datang untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Mahasiswa tidak boleh diam ketika masyarakat menghadapi berbagai kesulitan. DPRD harus menjadi jembatan untuk menyampaikan tuntutan ini kepada pemerintah," ujar salah seorang orator dari atas mobil komando.
Dalam aksi berlangsung, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan dan meminta DPRD Kota Medan ikut mengawal aspirasi yang mereka bawa.
Adapun empat tuntutan yang disampaikan HMI Cabang Medan dalam aksi tersebut yakni ;
1. "Mendesak pemerintah mengambil langkah konkret dalam mengatasi persoalan ekonomi nasional".
2. "Mengevaluasi kebijakan BBM yang dinilai memberatkan masyarakat".
3. "Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG)".
4. "Serta menolak komersialisasi pendidikan dan menjamin akses pendidikan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat".
Aksi yang mendapat pengawalan aparat kepolisian tersebut berlangsung hingga sore hari. Setelah menyampaikan aspirasi, massa kemudian membubarkan diri secara tertib.
Meski demikian, HMI Cabang Medan menegaskan akan terus mengawal berbagai persoalan yang dianggap menyangkut kepentingan masyarakat dan memastikan tuntutan yang mereka sampaikan mendapat perhatian dari pemerintah maupun lembaga legislatif. (AN)


0 Komentar