Kepala Puskesmas Ujung Gading Klarifikasi Keluhan Viral di Media Sosial

Puskesmas Ujung Gading

Ruang SikapPasaman Barat Pihak Puskesmas Ujung Gading memberikan penjelasan terkait unggahan yang viral di media sosial mengenai dugaan pelayanan kurang baik terhadap seorang anak yang datang untuk menjalani tes buta warna.

Kepala UPT Puskesmas Ujung Gading, Emilia, menegaskan bahwa informasi yang menyebut petugas membentak pasien tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Menurut Emilia, pasien yang dimaksud memang datang untuk menjalani pemeriksaan tes buta warna. Namun, proses pemeriksaan belum dapat diselesaikan sehingga pasien diminta untuk kembali pada waktu yang telah ditentukan.

"Faktanya tidak seperti itu. Pasien sudah diperiksa oleh dokter untuk tes buta warna, namun belum mampu menyelesaikan tes tersebut. Selanjutnya, yang bersangkutan diminta untuk kembali pada hari Senin dan disarankan makan terlebih dahulu agar hasil pemeriksaan lebih maksimal," ujar Emilia saat dikonfirmasi via telepon pada Minggu, 21 Juni 2026.

Sebelumnya, akun Facebook bernama Inces Lubis mengunggah keluhan terkait pelayanan di Puskesmas Ujung Gading. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa anaknya pulang dalam keadaan menangis setelah menjalani pemeriksaan dan diduga mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari petugas.

Unggahan itu kemudian menyebar luas dan memicu beragam respons dari masyarakat pengguna media sosial.

Terkait informasi bahwa pasien diminta mencari pelayanan di tempat lain, Emilia juga memberikan penjelasan. Ia menyebut petugas hanya menyarankan agar pemeriksaan dilakukan di fasilitas kesehatan yang sesuai dengan domisili pasien.

"Petugas menyarankan tes dilakukan di puskesmas tempat pasien berdomisili, karena yang bersangkutan tinggal di Kecamatan Koto Balingka yang memiliki puskesmas sendiri, bukan disuruh berobat ke tempat lain," jelasnya.

Untuk menghindari kesalahpahaman yang berkembang di tengah masyarakat, pihak puskesmas berencana menggelar pertemuan klarifikasi dengan sejumlah pihak terkait.

"Senin kami akan melakukan klarifikasi dengan camat dan juga orang tua pasien," katanya.

Emilia berharap masyarakat dapat menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan tidak langsung mengambil kesimpulan sebelum seluruh fakta diketahui. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi serta klarifikasi dari semua pihak agar persoalan yang muncul dapat diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan informasi yang keliru di tengah masyarakat. (*)

Posting Komentar

0 Komentar