Notification

×

Iklan

Iklan

Dia Yang Selalu Kuimpikan

Kamis, 16 Juli 2026 | 15:17 WIB Last Updated 2026-07-16T08:51:30Z

RUANG CERITA
Dia Yang Selalu Kuimpikan
RuangSikap.id  | Ruang Cerita


 

ℹ️ Catatan Redaksi
"Tulisan ini merupakan kiriman pembaca dan telah melalui penyuntingan seperlunya tanpa mengubah makna utama yang ingin disampaikan penulis. Isi tulisan menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi RuangSikap.id."


Penulis/Pembaca Media RuangSikap.id tidak menyebutkkan nama
Oleh : Sebut Saja B

Ada satu nama yang sampai hari ini masih tinggal di dalam hati. Bukan karena aku tak mampu melupakan, tetapi karena perasaan itu memilih untuk tetap menetap.

Dulu, kita begitu dekat. Kita melewati banyak cerita bersama, saling menguatkan, saling mengisi, bahkan pernah membayangkan masa depan yang sama. Aku pernah percaya bahwa suatu hari nanti kita akan menua bersama, menyaksikan waktu berlalu tanpa harus saling melepaskan.

Namun hidup ternyata memiliki jalannya sendiri.

Entah di mana semuanya mulai berubah. Perlahan, kita yang dulu saling mengenal berubah menjadi dua orang asing yang bahkan mungkin sudah tak saling mencari. Aku tidak pernah benar-benar tahu alasannya. Mungkin kamu lelah, mungkin kamu bosan, atau mungkin memang sudah tidak ada lagi tempat untukku di hatimu.

Aku tidak pernah memaksamu untuk tetap tinggal. Karena aku sadar, cinta tidak bisa dipertahankan oleh satu orang saja.

Sementara kamu melangkah jauh dengan kehidupanmu yang baru, aku masih berada di tempat yang sama. Bukan karena aku tidak ingin bergerak, tetapi karena sebagian hatiku masih tertinggal pada kenangan yang pernah kita bangun bersama.

Sudah bertahun-tahun berlalu. Banyak hal telah berubah, banyak orang datang dan pergi. Namun, anehnya, perasaanku masih tetap sama. Waktu ternyata mampu mengubah banyak hal, tetapi tidak selalu mampu menghapus seseorang yang pernah begitu berarti.

Aku tidak tahu apakah suatu hari nanti semesta akan mempertemukan kita kembali, atau justru menjadikan kita dua cerita yang hanya indah untuk dikenang. Aku juga tidak lagi berharap terlalu tinggi, karena harapan yang berlebihan hanya akan melahirkan luka yang sama.

Kini aku hanya menjalani hidup sebagaimana mestinya. Hari demi hari kulewati tanpa benar-benar membuka hati untuk yang lain. Bukan karena tidak ada yang datang, tetapi karena masih ada bagian dari diriku yang belum benar-benar selesai denganmu.

Jika suatu saat nanti kamu membaca tulisan ini, ketahuilah bahwa aku tidak pernah membencimu. Aku hanya pernah mencintaimu dengan sungguh-sungguh.

Dan jika memang kita tidak ditakdirkan untuk kembali bersama, aku akan belajar menerima. Sebab cinta yang tulus bukan hanya tentang memiliki, melainkan juga tentang mengikhlaskan seseorang untuk menemukan kebahagiaannya, meski kebahagiaan itu bukan bersamaku.

Di mana pun kamu berada sekarang, semoga hidup selalu memperlakukanmu dengan baik. Semoga setiap langkahmu dipenuhi kebahagiaan, dan semoga semua impianmu menjadi nyata.

Sedangkan aku, akan tetap melanjutkan hidup. Mungkin tanpa cinta yang baru, tetapi dengan doa yang tak pernah berhenti menyebut namamu dalam diam.

Karena pada akhirnya, ada cinta yang memang tidak pernah benar-benar selesai. Ia hanya belajar hidup sebagai kenangan yang abadi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update